Rabu (27/07/16) di Kecamatan Balen berbondong-bondong para Kader PKK menuju Ruang Pertemuan untuk mengikuti Pelatihan IT Tingkat Desa Se Wilayah Kecamatan Balen yang dilaksanakan oleh Dinas Infokom Kabupaten Bojonegoro.

Pelatihan ini meliputi tentang bagaimana cara membuat email, membuka web dasawisma serta yang terakhir membuat blog untuk PKK Desa masing-masing.

Sebelum acara di mulai, di awali dengan sambutan oleh Bapak Sekcam Balen dan dilanjutkan dengan Perwakilan dari Dinas Infokom Kabupaten Bojonegoro.

Seluruh peserta merasa antusias mengikuti acara ini dan. Mereka merasa memiliki ilmu yang baru untuk di informasikan langsung kepada kader-kader PKK lain yang tidak mengikuti pelatihan ini.

Tak heran dengan adanya bermacam-macam game yang di hadirkan untuk ponsel android semakin membuat pencipta game memberikan bermacam bentuk game dari yang unik sampai yang menantang sekalipun. Bahkan dari anak usia SD sampai yang sudah berumah tanggapun keranjingan akan bermacam suguhan game yang semakin canggih ini.

Baru-baru ini, muncul game berbasis GPS yang awalnya biasa saja hingga akhirnya membuat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberikan larangan keras dengan menerbitkan "ultimatum" yang ditujukan kepada menteri kabinet kerja hingga bupati/walikota se Indonesia.

Larangan yang diterbitkan pada 20 Juli 2016 itu berisi pelarangan keras aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis Global Positioning System (GPS) di lingkungan Instansi Pemerintah guna mengantisipasi timbulnya potensi kerawanan di bidang keamanan da kerahasiaan instansi pemerintah serta menjaga produktivitas dan disiplin aparatur sipil negara.

Adanya larangan ini membuat seluruh pegawai jadi berfikir dua kali untuk bermain di lingkungan kerja mereka.

Kehamilan adalah yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan suami istri manapun. Karena dengan hamil, maka akan ada garis keturunan yang baru dikeluarganya. Selain itu, adanya calon jabang bayi adalah anugrah yang tiada terkira oleh Allah SWT.
Namun, dilain kebahagiaan itu, ada juga kehamilan yang di anggap risiko tinggi (risti) oleh bidan Desa setempat. Adanya bumil risti ini menjadikan perhatian tersendiri. melewati kader yang ada di Dusun Setempat, Kader Pokja IV yang didampingi  Ibu Susi selaku bidan desa Sidobandung melakukan kunjungan bumil risti skor 6 ke atas setiap seminggu sekali.
Menurutnya, tujuan diadakan kunjungan door to door ini adalah untuk memantau secara langsung kondisi kesehatan bumil ristinya. Sehingga bayi serta ibunya bisa lahir dengan selamat nantinya.

Tak kenal maka tak sayang, begitulah unkapan yang sering kita dengar ketika pertama kali berjumpa dengan seseorang. Begitu halnya dengan mahasiswa KKN BBM 54 UNAIR Surabaya dengan Pemerintah Desa Sidobandung. Setibanya di Desa Sidobandung pada Selasa siang, Rabu paginya (20/07/2016) mereka bekerja sama dengan PEMDES Sidobandung menggelar acara temu kenal dengan masyarakat di Desa Sidobandung.

Acara yang di adakan di Balai Desa Sidobandung ini dihadiri oleh Perangkat Desa Sidobandung, Anggota PKK, Guru SDN Sidobandung I dan II, Bidan dan Perawat Desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selain temu kenal, mereka juga memaparkan program-program yang hendak di lakukan selama mereka menjalani KKN di Desa Sidobandung.

Menurut Drs. H. Sukijan selaku kepala Desa Sidobandung, kegiatan ini sangat perlu dilakukan ketika ada mahasiswa yang KKN di Desanya. Karena mengingat arti dari KKN itu sendiri adalah pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan melakukan pendekatan lintas keilmuan sektoral selama kurang lebih 1 bulan.

Diharapkan para mahasiswa nantinya bisa mengabdikan ilmunya dan bisa menjadikan bekal untuk terjun ke masyarakat nantinya.

Sudah tak asing lagi mendengar penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) dan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti meletakkan telurnya di air bersih pada wadah-wadah buatan manusia dan nyamuk ini adalah nyamuk rumahan.

Demi melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau yang lebih dikenal PSN, Bidan di Desa Sidobandung melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap anak sekolah serta sekaligus membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di SDN Sidobandung I dan SDN Sidobandung II.

Juru Pemantau Jentik (Jumantik) adalah anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Jumantik berperan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapaan masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Peningkatan kapasitas bagi para jumantik memampukan mereka untuk menyebarkan informasi yang tepat dan benar tentang penanggulangan DBD.

Penyuluhan yang dilakukan satu bulan sekali ini selain memberikan informasi masalah kesehatan dan kebersihan diharapkan supaya anak-anak sadar akan kebersihan di lingkungan rumah, sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Dan di akhir penyuluhan, Bidan desa melakukan pembinaan dan pembentukan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) pada kelas 5 dan 6 SD.

Blog Archive

Aplikasi DAWIS

Website Pemkab Bojonegoro

Website Kecamatan Balen

Diberdayakan oleh Blogger.

Video PKK

Popular Posts